Kamis, 21 Juni 2018

TAFSIRAN MAZMUR

TAFSIRAN   MAZMUR 27:1-14

O

L

E

H

    NAMA              :  CHIRHO ALFRED RADJA
   JURUSAN         : P.A.K
   SEMESTER      : III


Diserahkan
sebagai bagian dari tugas mata kuliah tafsiran PL



SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN REFORMED INFORMATIKA TIMOR
( S T A K R I )
2016

BAB   I

ANALISA PERMULAAN

A.     Perbandingan Terjemahan

a.      Terjemahan lembaga Indonesia ( LAI)
Dari Daud.
1.      TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?
TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
2.      Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan semua musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
3.      Sekalipun tentara berkemah mengepung aku tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.
4.      Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam dirumah TUHAN seumur hidupku, mayaksikan kemurahan TUHAN dan menikmai Bait-Nya.
5.      Sebab Ia melindungi aku dalan pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian dikemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.
6.      Maka sekarang tegaglah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.
7.      Dengarlah, TUHAN,seruan yang kusampaikan, kasihilah aku dan jawablah aku!
8.      Hatiku mengikuti firman-Mu: ‘’carilah wajahku’’; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
9.      Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku.
10.  Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.
11.  Tunjukkanlah jalan-MU kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
12.  Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.
13.  Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN dinegeri orang-orang yang hidup!
14.  Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN.

b.      Terjemahan Lama
Mazmur Daud
1.      Bahwa Tuhan itulah terangku dan selamatku, aku siap gerangan  patut aku takut? Bahwa Tuhanlah hidupku, maka akan siap gerangan patut aku gentar?
2.      Pada masa orang jahat dan segala lawanku dan segala musuhku datang menempuh aku hendak makan dagingku, maka mereka itu sendiri terantuk lalu jatuh.
3.      Jikalau suatu tentara mengepungi aku sekalipun, maka tiada akan takut hatiku; jikalau berbangkit suatu ikat peperangan lawan aku sekalipun, maka haraplah juga aku yang demikian.
4.      Bahwa satu perkara telah kupohonkan daripada Tuhan, maka itulah akan kucahari, yaitu supaya aku boleh duduk dirumah Tuhan pada segala hari umur hidupku, akan memandang keindahan Tuhan dan menyelidik dia dalam kaabahNya.
5.      Karena pda masa yang jahat diataruhNya aku daku dalam pondok-Nya, dan disembunyikan-Nya, dan dinaikkanNya aku diatas gunung batu.
6.      Maka sekarang kepalaku ditinggikan diatas segala seteruku yang mengelilingi aku, maka aku mempersembahkan beberapa korban dari kesukaan dalam kemah-Nya, dan aku menyanyikan pujian, bahkan, aku menyanyikan mazmur bagi Tuhan!
7.      Dengarlah kiranya, ya Tuhan, akan doaku apabila aku berseru; kasihankanlah akan daku dan sahutlah akan daku.
8.      Kepadamu juga hatiku berkata, akan Dikau juga mataku mencahari; bahwa aku mencahari hadirat-Mu, ya Tuhan!
9.      Jangan apalah Engakau menyembunyikan hadiratMu daripadaku dan jangan dengan muraka Engakau menolak hamba-Mu; bahwa Engkaulah penolongku, jangalah kiranya Engkau melupakan daku,; jangan tinggalkan daku, ya  Allah, pohon selamatku!
10.  Karena bapaku dan ibuku telah meninggalkan daku, tetapi Tuhan akan menyambut aku.
11.  Ajarlah kiranya jalanMu akan daku, ya Tuhan! Dan hantarlah daku pada jalan  betul karena sebab segala orang yang mengintai akan daku.
12.  Janganlah Tuhan menyerahkan daku kepada kehendak segala lawanku, arena beberapa saksi dusta berbangkit atasku dan bernafaskan aniaya.
13.  Bahwasanya percayalah aku, bahwa aku lagi akan melihat kebajikan yang daripada Tuhan dalam negeri orang hidup.
14.  Nantikanlah akan Tuhan; pertetapkanlah hatimu, maka Iapun akan meneguhkan hatimu kelak, bahkan, nantikanlah akan Tuhan!
B.  Nas Bersifat Tematis dengan kesatuan terkecil Mazmur 27:1-5
C.  Kata-kata sulit yang terdapat dalam nas ini tidaka ada.
D.  Salinan isi nas dengan struktur yang benar
1. Dari Daud TUHAN adalah Terangku dan keselamatanku
                              Kepada siapakah aku harus takut?
Tuhan adalah bentengku
                              Terhadap siapakah aku harus gemetar?
2. Ketika penjahat-penjahat menyerang aku
                              Untuk memakan dagingku
      Yakni semua lawanku dan musuhku
      Mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh
3. Sekalipun tentara  berkemah mengepung aku
                  Tidak takut hatiku
Sekalipun timbul peperangan melawan aku
                  Dalam hal itupun aku tetap percaya
4. satu hal telah kuminta  kepada TUHAN itulah yang kuingini
                              Dia dirumah TUHAN
Seumur hidupku
                  Menyaksikan kemurahan TUHAN
                              Dan menikmati Bait-Nya
5.Sebab Ia melindungi aku dalan pondok-Nya
                                          Pada waktu bahaya
                                         
                 
BAB   II

ANALISA  KONTEKS
A.     Analisa konteks kitab Mazmur

1.      Keseluruhan kitab sebagai konteks

1.1. Jenis sastra: Nyanyian, Doa, dan ucapan syukur.
Pengelompokkan mazmur-mazmur yang paling tepat, diperoleh dengan cara mempelajri sastranya.  Ditinjau dari gaya sastra yang berbeda-beda dapat kita bedakan dalam tiga jenis utama: yaitu àpuji-pujian, Doa (permohonan), dan ucapan syukur.  Pengelompokkan ini tidak mencakup semua mazmur, sebab terdapat juga jenis-jenis campuran, mazmur-mazmur yang menyimpang dari jenis-jenis tersebbut atau yang sacara lain berbeda, selain itu pengelaompokkan tersebut tidak selalu sesuia dengan suatu pengelompokkan berdasarkan isi, thema,  dan ujud mazmur-mazmur.
1.2.  Latar  belakang kitab Mazmur
Kitab mazur dalam bahasa yunani ‘’psalterion’’,  kata yang sebenarnya alat music bertali yang mengiringi nayanyian adlah sekumpulan mazmur yang berjumlah 150 pasal.   Mulai dengan mazmur 10-mazmur 148 nomor urutan mazmur dalam Alkitab Ibrani ( yang selam ini kita pakai) mendahului nomor urutannya dalam Alkitab Yunani ( dan latin) dengan satu satuan.  Sebabnya ialah: Alkitab yunani (latin, vulgate) menaytukan mazmur 9 da 10 serta mzm 114 dan 115, dan membagikan mzm 116 dan 147 menjadi dua mzm tersendiri.
Dalam BHS Ibrani kitab MZM disebut ‘’tehillim’’, artinya ‘’puji-pujian’’.   Tetapi sebutan itu hany asesuai dengan beberapa mzm saja.  Dalam judul-judulnya mzm-mzm paling sering disebut ‘’mizmor’’.  Yang menajadi asal kata arab- Indonesia ‘’mazmur’’.  Sejumlah mzm dalam judulnya disebut ‘’nyanyian’’  dan hanya jata ini dibubuhkan pada masing-masing lagu dan kumpulan ‘’nyanyian-nyanyian ziarah’’, mzm 120-134.  Nama-nama lain agak jarang muncul dalam kata Ibrani yang bersangkutan sering sulit diengerti.  Kitab Mazmur termasuk kitab kebijaksanaan, yang ditempatkan setelah kitab Ayub dan sebelum kitab Amsal.  Kitab mzm terdiri dari 150 syair keagamaan yang pada mulanya biasa dipakai di ibadat Yahudi.  Sebenarnya kitab mzm bisa disebut sebagai kumpulan dari kumpulan, sebagai suatu kumpulan doa, kitab mzm amat kaya dengan ungkapan hati manuia sebagai umat beriman menghadapi berbagai macam situasi dalam hidupnya. Didalamnya kita temukan ungkapan perasaan umat beriman dari yang lembut  sampai keperasaan emosional, ada keluhan atau ratapan, puji-pujian, ketakutan, kepercayaan, kesedihan dan kegembiraan.
Nama Mazmur berasal dari bahasa Ibrani Mizmor, artinya nyanyian yang diirngi denga alat music berdawai.  Kita menyebut mazmur karena bahasa Arab.  Dalam bahsa Arab,  nyanyian  ibadat yang serupa dengan mazmur disebaut zabur.  Kitab mzm dalam kitab Yahudi disebut sefer tehillim( kitab puji-pujian).   Akar kata dari tehillim adalah kata Ibrani hll, yang artinya memuji.  Dari akar kata hll muncul ungkapan ‘’haleluya’’(pujilah Tuhan).   Ungkapan ini kita temukan pada awal atau akhir sejumlah mzm (mzm 104:13, 106:1,48;113:1,9; 146-150).   Dalam kitab suci bahsa Ibrani nama mizmor tidak dipakai sebagai judul kitab, tetapi hanya disebut disejumlah judul mzm.  Dalam bahsa inggries disebut ‘’the book of psalms’’.  Kata psalm  berasal dari kata Yunani psalmos yang artinya lagu puji-pujian.  Istilah psalmos berasal dari kata kerja psallo, artinya bernyanyi dengan iringan alat music mendawai (semacam harpa, atau gitar). Dalam bahsa latin disebut liber psalmorum. Dari telaah arti katanya, mazmur merupakan sebuah doa dan dinyanyikan.
1.3.Penulis mazmur
Tradisi Yahudi dan Kristiani dimasalalu meyakini bahwa pengarang kita mazmur adalah Daud.  Sebenarnya, hanya 73 mazmur yang menyebut nama Daud pada judulnya.  Selain itu, ada 13 mzm yang dikaitkan dengan peristiwa yang dialami Daud (Mzm 3, 7, 18, 34, 51-52, 56-57, 59-60, 63, 142).  Adalah masuk akal apabila Daud dianggap sebagai penulis mzm karena ia mempunyai bakat mein music (2 Sam 1:9-27; 3:33-34) dan mempunyai minat pada liturgy ( 2 Sam 6:5, 15-16).   Namun begitu, dapat dibuktikan dengan mudah bahwa Daud tidak menulis seluruh mazmur.   Selain Daud ada nama-nama tokoh lain yang disebut diawal sejumlah mzm, yaitu: Asaf, Bani Korah, Heman dan Etan. Nama-nama yang disebutkan disini adalah nama-nama yang berperan dalam liturgy bait Allah.  Sejumlah mzm rupanya berasal dari kumpulan nyanyian milik mereka.   Ada sejumlah mzm yang berasal dari zaman sesudah Daud, misalnya mzm 137.  Oleh karena itu, jelas bahwa tidak semua mzm merupakan karya Daud . 
            Tidak mudah untuk menentukan kapan  mzmmzm ini ditulis.  Para ahli kitab suci cenderung membagi periode penyusunan mzm sebelum dan sesudah zaman pembuangan di Babilonia.  Yang jelas kitab mzm sudah mulai ditulis sejak zaman Daud dan berakhir sesudah pembuangan.  Sekitar tahun 300Sm semua mzm telah selesai ditulis.
Sebuah pemikiran sekptis dalam Asimov’s guide to the Bible,[1] dengan benar mengatak an bahwa kita tidak tahu.  Dari 150 pasal dlam kitab mzm dalam Alkitab, 101 diantaranya mempunyai judul tabahan pemberian dari penulisnya.  73 dari antaranya psl ini ditulis oleh Daud dan 2 psl  ditulis oleh Salomo, 12 pasal ditulis oleh anak laki-laki Korah, serta 12 pasal lainnya ditulis oleh Asaf.  Namun, judul tersebut ditambahkan pada masa yang kemudian, dan bisa saja salah.  Sementara Asimov mengatakan bahwa walaupun kita tidak dapat membuktikan kepengarangna dari mazmur-mazmur tersebut, Yesusu berkat dai beberapa mzm yang ditulis oleh Daud. 
Mengenai penulis mazmur-mazmur ini[2], kalimat pembukaan menyebutkan Daud selaku penggubah 73 mzm, Asaf 12( seorang lewi Yng berkarunia music dan nubuat, (1 Taw 15:16-19, dan 2 Taw 29:30), Bani Korah 10(keluarga dengan karunia music), Salomo 2 dan masing-masing satu oleh Heman, Etan, dan Musa.  Kecuali Musa, Daud, dan Salomo, semua penggubah lainnya adalah iman atau org  Lewi denga karunia music dan tanggung jawab  dalam ibadah kudus pada masa pemerintahan Daud.  Lima puluh music tidak diketahui  penggubahnya.  Acuan-acauan dalan Alkitab dalam sejarah member kesan bahwa Daud (bd 1 Taw 15:16-22; Hizkia (ams 25:1; bd, 2 Taw29:25-30, dan Ezra (bd nehemia 11:22;  nehemia 12:27-36, 45-47) terlibat pada waktu yang berlainan dslsm memilih mazmur-mazmur yang dipakai    bersama di Yerusalem.  Penyusunan kitab ini yang terakhir mungkin dilkukan pada masa Ezra san Nehemia (450-400Sm).
2.      Struktur kitab mazmur
a.      Garis besar kiatb Mazmur
1.      Kitab 1:mzm 1-41:14
2.      Kitab 2:mzm 42-72:29
3.      Mzm 73-89
Mzm 73:1-89:53
4.      Mzm 90-106, 90:1-106:48
5.      Mzm 107:1-150:6.

Pembagian kitab Mazmur
Seperti kitab taurat pentateukh, 150m buah mzm didalam kitab zm dikelompokkan kedalam 5 kumupulan atau 5 jilid.  Masing-masing jilid ditutup dengan semacam doksologi, rumusan pujian pada Allah(mzm 41:13; 72:18-19; 89:52; 106:48; 150).  Misalnya dalan mzm 41:13 disebutkan:”terpujilah, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selam-lamanya. Amien”
Jilid pertama mulai dengan mzm 3 karena mzm 1 dan 2 merupakan pendahuluan dari kitab mazmur.
1.      Jilid 1 (mzm 3-4): keseluruhan dikaitkan dengan Daud.  Mayoritas dari pemazmur pada bagian  pertama ini adalah mazmur-mazmur individual.
2.      Jilid 2 (mzm 42-72): berisi mzm yang dihubungkan dengan bani korah yaitu kelompok pemusik dan penyanyi liturgy (bd 2 Taw 20:19).  Mzm bani korah ini terdapat juga pada mazmur 84-85; 87-88.
3.      Jilid 3 ( mzm 73-89) bagian ini hanya berisi 17 mzm, sebagian besar berupa mazmur keluhan atau ratapan.  Sejumlah mzm dikaitkan dengan seorang tokoh bernama asaf (lih mzm 73-83). Satu-satunya mzm asaf di tempat kain adalah mzm 50. Asaf adlah nama seorang pemain music ibadat dari suku lewi yang ditugaskan oleh Daud itu memimpin nyanyian ketika tabut perjanjian dibawah masuk  kedalam ruang maha kudus(1 Taw 6:39; 15:17-19; 16:4-6) dan yang hadir pada saat peresmian kenisah buatan salomo ( 2 Taw 5:12). Keluarga dan keturunan Asaf masih aktif sebagai pemusik pada zaman kemudian.
4.      Jilid 4 (mzm 90-106): bagian ini terdiri dari atas 17 mzm, kita temukan 6 dari 7 yang bertemakan yehwe meraja(93 dan 95-99).   Mzm103 dan 104 dihubngkan satu sama lain dangan rumusan pujian kepada Tuhan (Yahwe) yang ditempatkan pada bagian awal dan akhir.  Mzm 105-106 sama-sama memuji kuat kuasa Allah atas sejarah Israel .  keduanya dimulai dengan ungkapan “bersyukurlah kepada Tuhan “ dan di akhiri dengan haleluya”.
5.      Jilid 5(mzm 107-150) bagian ini merupakan kumpulan yang terbanyak dari keliam jilid kiatab mzm, karean didalamnya terdapat 44 buah mzm. Mzm –mzm Daud terdapat pda bagian –bagian awal (108-110) dan yang akhir(138-145).  Mzm 119 adalah khusus karna disusun menurut abjad Ibrani.  Bentuk mzm yang ditulis dengan mamakai urutan abjad Ibrani ini tersebut “mzm akrostik”.  Mzm 120-134 adalah koleksi mzm Ziarah.  Mzm 140-143 adalah rangkaian ungkapan pujian :”pujilah Allah/Dia” dan “haleluya”.
Tema-tema penting dalam kitab Mazmur
1.      Nyanyian haleluya atau pujian_:  Mazmur-mazmur ini membesarkan nama, kemegahan, kebaikan, kebesaran, dan keselamatan Allah ( Mzm 8:1-9; psl 21:1-13; pasl 33:1-34:22;  pasl 103:1-106:48; psl 111:1-113:9; -asl 115:1-117:2; psl 135:1-21; psl 145:1-150:6).
2.      Nyanyian ucapan syukur_: Mazmur-mazmur ini mengakui pertolongan Allah dalam menyelamatkan dan membebaskan seseorang atau Israel selaku bangsa (Mazmur 18:1-50; psl 30:1-12; psl 34:1-22; psl 41:1-13; psl 66:1-20;  psl 92:1-51; psl 100:1-5; psl 106:1-48; psl 116:1-19; psl 118:1-29; psl 124:1-8; psl 126:1-6; psl 136:1-26; psl 138:1-8).
3.      Mazmur doa dan permohonan_:  tercakup Mazmur-mazmur ratapan dan permohonana kepada Allah, kerinduan akan Allah, dan syafaat bagi umat Allah (Mazmur 3:1-6:10; psl 13:1-6; psl 43;1-5; psl 54;1-7; psl 67:1-7; psl 69:1-70:5; psl 79:1-80:19; psl 85:1-86:17; psl 88:1-52; psl 90:1-17; psl 102:1-28; psl 141:1-143;12).
4.      Mazmur pengakuan dosa_: berfokus pada pengakuan dosa (Mazmur 32:1-11; psl 38:1-22; psl 51:1-19; psl 130:1-8).
5.      Nyanyian sejarah Kudus_:  mengisahkan kembali urusan Allah dengan Israel sebagai bangsa kepunyaan Allah (Mazmur 78:1-72; psl 105:1-106:48; psl 108:1-13; psl 114:1-8; psl 126:1-6; psl 137:1-9).
6.      Mazmur pemahkotaan Tuhan_: Mazmur-mazmur ini dengan tegas menyatakan bahwa “Tuhan adalah Raja” (Mazmur 24:1-10; psl 47:1-9; psl 93;1-5; psl 96:1-99:90.
7.      Nyanyian Liturgis_:mazmur-mazmur ini dugubah untuk perayaan atau kebaktian khusus (Mazmur 15:1-5; psl 24:1-10; psl 45:1-17; psl 68:1-35; psl 113:1-118:29; psl; keenam mazmur dipergunakan dalam perayaan paskah setiap tahun.
8.      Mazmur kepercayaan dan kepribadian_: Mazmur-mazmur ini mengungkapkan:a. kepercayaan seseorang akan integritas Allah  dan pertolongan kehadiran-Nya, dan b. pengabdian hati kepada Allah (Mazmur 11:1-8; psl 16:1-11; psl 23:1-6; pasl 27:1-14; psl 31;1-32:11; psl 40:1-17; psl 46:1-11; psl 56:1-13; psl 62;1-63:11; psl 91:1-16; psl 119:1-176; psl 130:1-131:3; psl 139:1-24).
9.      Nyanyian ziarah_: juga disebut “nyanyian-nyanyian zion” atau nyanyian pendakian, yang dinyanyikan oleh para peziarah sepanjang perjalanan mereka ke Yerusalem untuk perayaan paskah, pentakosta atau pondok daun setiap tahun (Mazmur 43:1-5; psl 46:1-11; psl 48:1-14; psl  76:1-12; psl 84:1-12; pasl 87:1-7; psl 120:1-134:3).
10.  Nyanyian penciptaan_: Mazmur-mazmur ini mengakui hasil perbuatan Allah disorga dan dibumi (Mazmur 8:1-9; psl 19:1-14; psl 29:1-11; psl 33:1-12; psl 65:1-13; psl 104:1-35).
11.  Mazmur-mazmur hikmat dan pendidikan_: Mazmur-mazmur ini merenungkan cara-cara Allah dan mendidik kita mengenai kebenaran (Mazmur 1:1-16; psl 34:1-22; psl 37:1-40; psl 73:1-40; psl 73:1-28; psl 112:1-8; psl 119:1-176; psl 133:1-3).
12.  Mazmur kerajaan atau Mesias_:  mazmur-mzmur ini melukiskan beberapa pengalaman raja Daud dan raja Salomo yang mempunyai makna dan akhirya digenapi dalam kedatangan Mesias, yaitu Yesus Kritus (mzm 2:1-12; psl 8:1-9; psl 16:1-11; psl 22:1-31; psl 40:1-41:13; psl 45:1-17; psl 68:1-69:36; psl 72:1-20; psl 89:1-52; psl 102:1-28; psl 110:1-7; psl 118:1-29).
13.  Mazmur bernada kurukan_: mazmur-mazmur ini mangandung nada kutukan dan hukuman Allah atas orang fasik (mazmur 7:1-17; psl 35:1-28; psl 55:1-23; psl 58:1-11; psl 59:1-17; psl 69:1-36; psl 109:1-31; psl 137:1-9; psl 139:1922).   Karena banyak orang Kristen bingungoleh mazmur-mazmur ini, perlu diperhatikan bahwa Mazmur ini digubah selaku ungkapan semangat demi nama Allah, keadilan, dan kebenaran-Nya, dan darui kebencian kuat terhadap kejahatan dan bukan karean perasaan dan dendam yang picik.   Pada hakikatnya mazmur-mazmur ini berseru kepada Allah agar menigikan orang benar dan merendahkan orang fasik.


Tujuan kitab
Kitab mazmur sebagai doa dan pujian yang diilhamkan Roh, ditulis secara umum, untuk mengungakapkan perasaan mendalam hati sanubari manusia dalam hubungan dengan Allah.
1.      Banyak yang ditulis sebagai doa kepada Allah, mengungkapkan, kepercayaan, aksih, ucapan syukur, pujian, kerinduan akan persekutuan erat, dan kekecewaan, kesesakan mendalam, ketakutan, kekhawatiran, penghinaan dan seruan untuk pembebasan, kesembuhan atau pembenaran.
2.      Yang lain ditulis sebagai nyanyian yang mengungkapkan pujian, ucapan syukur, dan pemujaan kepada Allah dan hal-hal besar yang telah dilakukan-Nya.
3.      Beberapa mazmur berisi beberapa bagian penting berhubungan dengan Mesias.
Ciri-ciri khas dalam kitab ini
Sembilan cirri utama menandai kitab ini.
Ø  Merupakan kitab terpanjang dalam Alkitab dan berisi pasal yang terpanjang (mazmur 119:1-176, yang terpendek (mzm 117:1-2) dan ayat tengah mzm 118:8).
Ø  Sebagai kitab nyanyian dan nyanyian Ibrani , kerohaniannya yang mendalam dan luas itu menjadikan kitab ini bagian PL yang digemari dan dibaca oleh orang percaya.
Ø  “heleluya” (puji-pujian), istilah ibrani yang diakui secara universal dikalangan orang percaya, dipakai 38 kali dalam Alkitab, 24 diantaranya dalam kitab ini.  Didalam mzm 150 pujan kepada Tuhan mencapai puncaknya dan menyampaikan pujian yang utuh dan sempurna kepada Tuhan.
Ø  Tidak ada kitab lain diAlkitab yang demikian terang-terangan mengungkapkan perasaan dan kebutuhan manusia dalam hubungan dengan Allah dan kehidupan ini.  Nyanyian pujian dan pengabdian mengalir dari gunung-gunung tertinggi, dan seruan-seruan keputusan-Nya timbul dari lembah-lembah terdalam.
Ø  Sekitar separuh Mazmur mencakup doa iman ditengah kesengsaraan.
Ø  Inilah kitab yang paing banyak dikutip oleh PB.
Ø  Berisi banyak, “pasal kesayangan” seperti psl MAZMUR 1:1-6; psl 23:1-6; psl 24:1-10; psl 34:1-22; 37:1-40; psl 84:1-12; psl 91:1-6; psl 103:1-22; psl 119:1-176; psl 121:1-8; psl 139:1-24; psl 150:1-6.
Ø  Mazmur 119(mzm 119:1-176)adalah unik dalam Alkitab ini.  Karena memiliki ayat terpanjang, kasihnya yang agung kepada  firman Allah, dan susunan sastranya mengawali setiap ayatnya dengan huruf yang sama, juga setiap stanza memakai huruf berturut-turut dari abjad ibrani sebagai bantuan untuk mengingat(yaitu suatu akrostik).
Ø  Cirri sastra yang paling menonol adalah gaya syair yang disebut para lelisme, mencakup irama pikiran da bukan irama sajak atau matra; cirri khas ini menjadikan beritanya  dapat diterjemahkan kedalam bahasa lain tanpa terlalu banyak kesulitan.
Situasi kitab mazmur dilihat dalam dua masa, yakni:
1). masa pembuangan-àagama-agama yang ada pada saat itu didominasi oleh agama yang dianut oleh orang Mesir.   Orang-orang Israel pada masa sulit  beribadah karena didominasi agama Mesir yang menyembah dewa-dewa di kui-kuil.
1). Masa pasca-pembuanganà Allah memilih Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.  Pada masa Israel dapat bebas beribadah kepada TUHAN(YHWH).  Tempat ibadah pada saat itu belum permanen, hidup Israel masih belum menetap sehingga mereka hanya beribadah di kemah suci, yang dapat kita lihat pada Kel 33:9.  Situasi keagamaan pada masa ini dapat juga pada masa hidup Daud dan selam Salomo menjadi raja.  Kehidupan beragama pada masa Daud sudah memiliki tempat ibadah, akan tetapi bukan tempat ibdah seutuhnya seperti pada masa Salomo.  Tempat ibadah pada masa Daud disebut Synagoge yang sebenarnya digunakan untuk belajar agama dan taurat.    Sejak Salomo jadi raja, pembangunan Bait Allah telah dilakukan dan segala sesuatunya yang berhubungan dengan ibadah dilakukan di bait suci yang telah di bangun di yerusalem, tempat tersebut sudah menjadi pusat ibadah bagi segenap warga Israel.  
            Pada masa Salomolah puncak kejayaan tersebut, yang berlangsung selama beberapa tahun.  Pengaruh perkembangan agam Israel sungguh revolusioner.  Pada zaman inilah music dan alat-alatnya dipakai dengan penuh kemeriahan dan kemewahan, baik pada persta perayaan agama maupun dalam ibadah.  Namun, walaupun agam Israel ada, sedikit-demi sedikit agama lainnya telah menyusupi kehidupan Israel melalui kerja sama yang telah dilakukan raja Salomo.  Bahkan agama yang sudah sempat hilang di tanah kanan, kembali berkembang dengan mempelajari situasi pemerintahan raja Salomo.
2). Situasi kebudayaan à  kehidupan beragama pada masa pra keluaran, masa keluaran dan masa pasca keluaran telah membudaya dalam kehidupan orang-rang Israel.   Seperti halnya dengan beribadah,  orang-orang Israel dan kapasitas besar  selalu beribdah ditempat yang sudah ditentukan.  Dan masa Salomo kebiasaan beribadah  dilakukan di Bait Suci yerusalem,  sangat sulit memisahkan agama dan kebudayaan  yang sebenarnya dalam kehidupan orang-orang Israel.  Sedangkan dalam perayaan-perayaan keagamaan bukan lagi sekedar ibadah tetapi sudah menjadi tradisi bagi bangsa tersebut.
 Situasi pemerintahan.  Situasi pemrintahan pada masa kitab Maznur dapat dilihat dalam dua masa, yaitu:
1.      Masa pembuanganàbentuk teokrasi merupakan bentuk pemerintahan bangsa Israel sejak itu dipilih dan Tuhan sendirilah yang merupakan pemimpin bangsa tersebut.   Sekalipun demikian, kehidupan orang-orang Israel masih dibawah naungan pemerintahan Mesir.   Sehingga sulit bagi orang-orang Israel untuk mengenal siapa pemimpin mereka yang sebenarnya.
2.      Masa pasca-pembuanganàpada masa ini pemerintahan teokrasi masih berlaku, namun berbeda dengan masa pembuangan.   Allah memilih Musa bukanlah untuk menjadi pemimpin yang menggantikan Allah seutuhnya namun menadikan Musa sebagai perwakilan Allah untuk membawa orang0orang keluar dari tanah Mesir.   Di waktu yang berbeda, pada masa ini juga memberitahukan bahwa orang-orang Israel ternyata sangat membutuhkan seorang raja, setelah lama menetap  dikanaan. Hal itupun dikabulkan Allah, dengan mengutus nabi Samuel untuk memilih dan menobatkan Saul menjadi raja Israel.   Periode kepemimpinan raja Saul ternyata justru membuat orang-orang Israel benci kepadanya karena selalu mengutamakan pribadinya  sendiri daripada bangsa tersebut.  Bahkan tak mua meninggalkan tahtanya ketika Daud bersamanya.   Namun, keinginan Tuhan tidak bias dilawan.  Allah kembali mengutus nabi Samuel agar menobatkan Daud menjadi raja atas Israel. 
3.      Situasi perekonomianàkehidupan orang-orang ketika Israel masih dbawah kekuasaan kerajaan Mesir sangat memprihatinkan sekali.   Hidup orang-orang Israel sangat tertindas.   Status mereka berbeda dengan orang-orang mesir.  Orang-orang Israel bukanlah rakyat  biasa seperti orang-orang mesir.  Situasi ekonomi Israel jauh lebih buruk dari ekonomi mesir.  Mereka hanya memanfaatkan sisa-sisa orang-orang mesir untuk memnuhi kebutuhan sehari-hari.   Setelah Israel keluar dari mesir yang dipimpin oleh Musa barulah mereka bias mencukupi kebutuhan sehari-hari walau masih berpindah-pindah.   Namun Allah masih campur tangan dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
Pada masa Daud menjadi raja, pertumbuhan ekonomi bangsa Israel mulai bertumbuh dengan baik.   Namun kehidupan bangsa tersebut masih dalam taraf transisi,  seperti dengan adanya beberapa pembangunan didaerrajh tersebut[3].    Perekonomian bangsa Israel berkembang dengan pesat barulah pada masa Salomo menjadi raja.   Berbagai pertumbuhan diberbagai darerah yang ada ditanah yang ditempati bangsa tersebut.  Bahkan dalam mencari kebutuhan sehari-hari tidak lagi hanya mengolah pertanian.   Kehidupan perekonomianpun sudah bersifat heterogen.  


BAB   III
ANALISA MENDALAM
A.     Tafsir perayat
Mazmur 27:1-14--à Perbedaan yang menonjol antara ayat 1-6 dengan ayat 7-14, membuat sebagian besar penafsir menyebut mazmur ini sebagai sebuah gabungan.  Isi maupun semangat ini sangat berbeda.  Suasana berubah dari keyakinan penuh sukacita dan menjadi rasa takut  penuh kecemasan.    Tetapi, dua unsure itu menyatukan bagian-bagian yang tidak sama ini__musuh-musuh yang sama percaya kepada Allah.                                             

Ayat 1:mengapa dalam kitab mazmur mengatakan  kata Tuhan dalam Huruf  Besar?   Jawab: adalah bahwa kata Tuhan dlam huruf besar ialah merujuk pada Allah Perjanjian Lama, dimana Tuhan menyatakan diri AKU ADALAH AKU (Kel 3:14), dan wahyu 1:2, 8) disini Allah menyatakan diri pada Musa, sebagai wakil Allah yang diutus oleh Allah sendiri.  
Ø  Kata terangku yang dimaksud ini  ialah symbol yang sangat kuat untuk kebaikan dan kebenaran (Kej 1:3; wahyu 22:5), juga kata terang disini dipakai untuk menandakan kehadiran dan kasih Allah,  karena terang adalah suatu keadaan yang menguasai gelap sebab kegelapan tidak mampu menguasai terang.   Seperti yang dikemukakan dalam injil yohanes menggambarkan Kristus sebagai terang dunia (Yoh 8:12)Ia adalah anak Allah yang tunggal.  Serta terang (1 Yoh 1:5) penerapan bahwa Allah adalah terang yang mempunyai kuasa yang melbihi kuasa di bumi.
Ø  Disini pemazmur menggambarkan Tuhan adalah dasar dari segala sesuatu.  Mengapa pemazmur berkata Tuhan adalah terangku dan keselamtanku, sebab Tuhan yang menuntunku kejalan yang benar, dirusalem Tuhan dipuji sebagai Israel (yesaya 10;13, dan 60:10), sebagai terang Ia menyelamatkan kota( mikha 7:7-8), serta umant-Nya(42:14), dan raja pilihan-Nya(2 Sam 22:29) didalam berkat iman itu setiap orang percaya dikaruniai penyertaan dalam langka hidupnya(Bil 6:25), sehingga setiap orang percaya atau anggota umat Allah dalam terang kasih Allah.
Jadi muncul pertanyaan bagi kita- apakah kita sekarang sabagaiorang percaya kita sudah hidup dalam terang kasih Allah?.  Jawab=yang jelas kita tahu bahwa kita telah dipilih oleh Tuhan didalam Yesus  Kristus, itu semua oleh kasih Tuhan  yang tidak pernah lepas dari kontrolan tangan Tuhan (Efe 1:4)bdk(Mzm 36:10; pal 43:3).  Sebsb  terang adalah hidup kita sebagai orang percaya yaitu Yesus Kristus (Mazmur 31:5 dan 43:2).  Dan Tuhan menjamin hidupku, oleh karena itu pemazmur tidak takut(Mzm 23:4) bdk (Roma 8:31). 
Dalam tafsiran Alkitab Wycliffe ayat 1-3-percaya tanpa syarat.  Tuhan adalah terangku dan keselamatanku.  Ungkapan-ungkapan kegembiraan ini memperkenalkan suasana tentram.   Dalam bagian lain manapun dalam Perjanjian Lama tidak pernah Tuhan disebut sebagai terangku.  Karena pemazmur manyatakan Allah sebagai terang, keselamatan, dan kekuatan, maka tidak ada alas an untuk merasa takut atau panik. Kektentramannya tidak dengan syarat-syarat lahiriah, tetapi tanpa syarat.[4]
Ø  Kata penjahat-penjahat adalah oknum yang memusuhi pemazmur, mereka menyerang dia seakan-akan binatang buas yang mau memakan dagingnya.  Dalam arti lain yaitu mengahabiskan kekuatan pemazmur serta rakyatnya (Aub 19:22)
Ø  Kata mengepung aku.  Kata mengepung manurut tatanan KBBI mengepung kata dasarnya kepung- kitari hingga tidak lolos-jadi mengeung artinya mengelilingi semua sehingga yang dikelilingi atau yang ada didalamnya tidak akan dapat meloloskan diri[5].
Ø  Kata mengepung artinya mengelilingi segala sisi/dari segala arah tentara yang menyerbu sebuah kota dengan perang. 

Ayat 4--6àdalam ayat ini menjelaskan keinginan terbesar pemazmur dalam hidup.  Satu hal telah kuminta kepada Tuhan.  Seperti banyak para penafsir berpendapat hal yang diminta itu tidak mungkin samam dengan Bait Alla.  Karena hal ini mengacu pada dasar dari keinginan pemazmur.  Salah satu keinginan ialah kehadiran Tuhan yang dicari dan diingini oleh pemazmur.    Kehadiran Tuhan itu    terjadi dengan cara diam didalam rumah Allah, melihat keindahan-Nya, dan menyelidiki Bait-Nya, karena kehadiran yang sama ini menimbulkan rasa aman ketika menghadapi kesusahan.
                   Yang dimaksud dengan kata kuminta kepada Tuhan ialah bahwa satiap lawanku melawan aku dan akupun tidak takut (Yes41:10), sebab engkau terangku, keselamtanku, dan benteng hidupku (Mzm 91:4-6), dan tidak akan goyah (Ibrani 13:6) bdk (Ibrani 10:23) itulah hal yang diinginkan oleh pemazmur ialah diam didalam rumah Tuhan seumur hidupku.  Jadi muncul pertanyaan bagi kita apa yang dimaksud dengan rumah Tuhan?.  Jawab rumah Tuhan artinya Bait Allah yaitu kemah suci yaitu tempat ibadat sesuai dengan konteks Perjanjian Lama.   Bila dilihat pada masa PL, dimana pemazmur berkeinginan untuk diam didalam Rumah Tuhan, serta arti lain dalam Rumag ibadat dimasa PL ialah Synagoge.  Synagogue/rumah ibadat berasal dari bahsa yunani sunagoge berkali-kali dipakai dalam lima kitab Musa (LXX) sebagai tempat memberikan persembahan kepada Tuhan berupa korban bakaran dan temapat berkumpulnya bangsa Israel untuk beribadah kepada Tuhan.   Dalam Alkitab synagogue ialah kumpulan sekelompok orang dari suatu tempat untuk beribdah atau gerakan bersama (Luk 12:11), majelis-majelis (Luk 21:12).
Pernyataan ini menjelaskan sikap pemazmur berkeinginan diam didalam rumah Tuhan seumur hidupnya yang telah ia nikmati.   Didalam mazmur 23 psl ini tidak mengizinkan kita untuk menyamakan pemazmur dengan seorang Lewi yang melayani ibadat di Bait Suci, serta menyaksikan kemurahan Allah karena yang dilihatnya bukanlah penyataan diri Allah dalam kemuliaan-Nya( Yes psl 6) melainkan suatu tanda yang elok dimatanya yang menyegarkan hatinya sebsb ia percaya akan kebesaran Tuhan dalam penyertaan-Nya.
Ayat 7—12àseruan karena takut oleh pemazmur.  Pemazmur berseru dan meminta jawaban: dengan penuh keyakinan ia memperhadapkan dirinya kepada Tuhan dan menyerahkan semua beban yang ada pada diri pemazmur kepada Allah tanpa bantuan sesama manusia.
Ayat 13---14à dalam ayat ini Tuhan tidak pernah gagal dalam rencana-Nya.  Dihadapan seteru yang memperlihatkan setiap langkah pemazmur dan agar Tuhan menuntut dia dijalannya yang benar yang diratakan-Nya(mzm 5:9)agar hamba-Nya dapat melakukan kehendak-Nya(mzm 143:10)serta memuji dan memuliakan Tuhan(mzm 26:12).  Karena pemazmur percaya teguh (Yes 7:9) dan mengaku bahwa aku dijalan yang benar berada dalam jalan Tuhan dinegeri orang-orang hidup aku percaya. 
ini merupakan seruan ketakutan yang mencemaskan.  Dengarlah, Tuhan. Karena kata tersebut memperkenalkan situasi dan kejadian baru.  Walaupun pemazmur telah ditinggalkan dan ditolak, namun kepercayaanya tidak surut , dari kepurus asaan yang dalam, dia mengingatkan dirinya untuk bersabar menanti Allah mengerjakan kehendak-Nya.












DAFTAR PUSTAKA

Andrew E Hill, John H, Walton, Survey Perjanjian Lama, Malang : Gandum Mas. 2001.
Archer, Gleason L. Tafsiran Alkitab Masa Kini Ii, Asan Komunikasi Bina Kasih, 2007…
Baxter, J.Sidlow, Menggali Isi Alkitab Ii, Jakarta, Aasan Komunikasi Bina Kasih/Omf, 2004..
Browning,   W.R.F, Kamus   Alkitab, (Jakarta Gunung Mulia), 2007…
Deursen, A.  Van, 2000, Purbakala Alkitab Dalam Kata Dan Gambar, Jakarta, Pt Bpk Gunung Mulia…
Hinson, David F, Sejarah Israel Pada Zaman Alkitab, Jakarta :BPK Gunung Mulia. 2004
Packer, J.I Dan Merill . Teney, Ensiklopedi Fakta Alkitab, (Malang Gandum Mas, 2001)..
Soedarmo   R, Kamus Istilah Teologi, BPK Gunung Mulia, 2007…





[1] Asimov’s Guide to the Bible hlm.488, dikutip dari: pertanyaan mengenai Alkitab pada kitab Maznur dari : http://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=19&chapter=137=undefine.
[2] Bible Full Life:Mazmur(pendshuluan kitab)
[3] Vriezen, Th.C., 2001, Agama Israel Kuno, BPK Gunung Mulia, HLM. 189.
[4] The Wycliffe Bable Commentary (Tafsiran Alkitab) Ayub-Maleakhi.   Gandum Mas 2005.   Volume 2.  Cet Ke-I. Hlm-147.
[5] KKBI Edisi Keempat.  PT Gramedia Pustaka Utama.  Jakarta 2008.  Hlm 673.