TAFSIRAN MAZMUR
27:1-14
O
L
E
H
NAMA :
CHIRHO ALFRED RADJA
JURUSAN :
P.A.K
SEMESTER : III
Diserahkan
sebagai bagian dari tugas mata
kuliah tafsiran PL
SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN
REFORMED INFORMATIKA TIMOR
( S T A K R I )
2016
BAB I
ANALISA PERMULAAN
A. Perbandingan
Terjemahan
a. Terjemahan
lembaga Indonesia ( LAI)
Dari
Daud.
1.
TUHAN
adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?
TUHAN
adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
2.
Ketika
penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan
semua musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
3.
Sekalipun
tentara berkemah mengepung aku tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan
melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.
4.
Satu
hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam dirumah TUHAN seumur
hidupku, mayaksikan kemurahan TUHAN dan menikmai Bait-Nya.
5.
Sebab
Ia melindungi aku dalan pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku
dalam persembunyian dikemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.
6.
Maka
sekarang tegaglah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku
mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur
bagi TUHAN.
7.
Dengarlah,
TUHAN,seruan yang kusampaikan, kasihilah aku dan jawablah aku!
8.
Hatiku
mengikuti firman-Mu: ‘’carilah wajahku’’; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
9.
Janganlah
menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka;
Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku,
ya Allah penyelamatku.
10. Sekalipun ayahku dan ibuku
meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.
11. Tunjukkanlah jalan-MU kepadaku,
ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
12. Janganlah menyerahkan aku kepada
nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang saksi-saksi dusta, dan orang-orang
yang bernafaskan kelaliman.
13. Sesungguhnya, aku percaya akan
melihat kebaikan TUHAN dinegeri orang-orang yang hidup!
14. Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan
teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN.
b. Terjemahan
Lama
Mazmur
Daud
1.
Bahwa
Tuhan itulah terangku dan selamatku, aku siap gerangan patut aku takut? Bahwa Tuhanlah hidupku, maka
akan siap gerangan patut aku gentar?
2.
Pada
masa orang jahat dan segala lawanku dan segala musuhku datang menempuh aku
hendak makan dagingku, maka mereka itu sendiri terantuk lalu jatuh.
3.
Jikalau
suatu tentara mengepungi aku sekalipun, maka tiada akan takut hatiku; jikalau
berbangkit suatu ikat peperangan lawan aku sekalipun, maka haraplah juga aku
yang demikian.
4.
Bahwa
satu perkara telah kupohonkan daripada Tuhan, maka itulah akan kucahari, yaitu
supaya aku boleh duduk dirumah Tuhan pada segala hari umur hidupku, akan
memandang keindahan Tuhan dan menyelidik dia dalam kaabahNya.
5.
Karena
pda masa yang jahat diataruhNya aku daku dalam pondok-Nya, dan
disembunyikan-Nya, dan dinaikkanNya aku diatas gunung batu.
6.
Maka
sekarang kepalaku ditinggikan diatas segala seteruku yang mengelilingi aku,
maka aku mempersembahkan beberapa korban dari kesukaan dalam kemah-Nya, dan aku
menyanyikan pujian, bahkan, aku menyanyikan mazmur bagi Tuhan!
7.
Dengarlah
kiranya, ya Tuhan, akan doaku apabila aku berseru; kasihankanlah akan daku dan
sahutlah akan daku.
8.
Kepadamu
juga hatiku berkata, akan Dikau juga mataku mencahari; bahwa aku mencahari
hadirat-Mu, ya Tuhan!
9.
Jangan
apalah Engakau menyembunyikan hadiratMu daripadaku dan jangan dengan muraka
Engakau menolak hamba-Mu; bahwa Engkaulah penolongku, jangalah kiranya Engkau
melupakan daku,; jangan tinggalkan daku, ya
Allah, pohon selamatku!
10. Karena bapaku dan ibuku telah
meninggalkan daku, tetapi Tuhan akan menyambut aku.
11. Ajarlah kiranya jalanMu akan
daku, ya Tuhan! Dan hantarlah daku pada jalan
betul karena sebab segala orang yang mengintai akan daku.
12. Janganlah Tuhan menyerahkan daku
kepada kehendak segala lawanku, arena beberapa saksi dusta berbangkit atasku
dan bernafaskan aniaya.
13. Bahwasanya percayalah aku, bahwa
aku lagi akan melihat kebajikan yang daripada Tuhan dalam negeri orang hidup.
14. Nantikanlah akan Tuhan;
pertetapkanlah hatimu, maka Iapun akan meneguhkan hatimu kelak, bahkan,
nantikanlah akan Tuhan!
B.
Nas Bersifat Tematis dengan kesatuan
terkecil Mazmur 27:1-5
C. Kata-kata sulit yang terdapat dalam nas ini
tidaka ada.
D. Salinan isi nas dengan struktur yang benar
1.
Dari Daud TUHAN adalah Terangku dan keselamatanku
Kepada siapakah
aku harus takut?
Tuhan
adalah bentengku
Terhadap siapakah
aku harus gemetar?
2.
Ketika penjahat-penjahat menyerang aku
Untuk memakan
dagingku
Yakni semua lawanku dan musuhku
Mereka sendirilah yang tergelincir dan
jatuh
3.
Sekalipun tentara berkemah mengepung aku
Tidak takut hatiku
Sekalipun
timbul peperangan melawan aku
Dalam hal itupun aku tetap
percaya
4.
satu hal telah kuminta kepada TUHAN
itulah yang kuingini
Dia dirumah TUHAN
Seumur
hidupku
Menyaksikan kemurahan TUHAN
Dan menikmati
Bait-Nya
5.Sebab
Ia melindungi aku dalan pondok-Nya
Pada
waktu bahaya
BAB II
ANALISA KONTEKS
A. Analisa
konteks kitab Mazmur
1. Keseluruhan
kitab sebagai konteks
1.1.
Jenis sastra: Nyanyian, Doa, dan ucapan syukur.
Pengelompokkan
mazmur-mazmur yang paling tepat, diperoleh dengan cara mempelajri sastranya. Ditinjau dari gaya sastra yang berbeda-beda
dapat kita bedakan dalam tiga jenis utama: yaitu àpuji-pujian, Doa (permohonan),
dan ucapan syukur. Pengelompokkan ini
tidak mencakup semua mazmur, sebab terdapat juga jenis-jenis campuran,
mazmur-mazmur yang menyimpang dari jenis-jenis tersebbut atau yang sacara lain
berbeda, selain itu pengelaompokkan tersebut tidak selalu sesuia dengan suatu
pengelompokkan berdasarkan isi, thema,
dan ujud mazmur-mazmur.
1.2. Latar
belakang kitab Mazmur
Kitab
mazur dalam bahasa yunani ‘’psalterion’’,
kata yang sebenarnya alat music
bertali yang mengiringi nayanyian adlah sekumpulan mazmur yang berjumlah 150
pasal. Mulai dengan mazmur 10-mazmur
148 nomor urutan mazmur dalam Alkitab Ibrani ( yang selam ini kita pakai) mendahului
nomor urutannya dalam Alkitab Yunani ( dan latin) dengan satu satuan. Sebabnya ialah: Alkitab yunani (latin,
vulgate) menaytukan mazmur 9 da 10 serta mzm 114 dan 115, dan membagikan mzm
116 dan 147 menjadi dua mzm tersendiri.
Dalam BHS
Ibrani kitab MZM disebut ‘’tehillim’’,
artinya ‘’puji-pujian’’. Tetapi sebutan
itu hany asesuai dengan beberapa mzm saja.
Dalam judul-judulnya mzm-mzm paling sering disebut ‘’mizmor’’. Yang menajadi asal kata arab- Indonesia
‘’mazmur’’. Sejumlah mzm dalam judulnya
disebut ‘’nyanyian’’ dan hanya jata ini
dibubuhkan pada masing-masing lagu dan kumpulan ‘’nyanyian-nyanyian ziarah’’,
mzm 120-134. Nama-nama lain agak jarang
muncul dalam kata Ibrani yang bersangkutan sering sulit diengerti. Kitab Mazmur termasuk kitab kebijaksanaan,
yang ditempatkan setelah kitab Ayub dan sebelum kitab Amsal. Kitab mzm terdiri dari 150 syair keagamaan
yang pada mulanya biasa dipakai di ibadat Yahudi. Sebenarnya kitab mzm bisa disebut sebagai
kumpulan dari kumpulan, sebagai suatu kumpulan doa, kitab mzm amat kaya dengan
ungkapan hati manuia sebagai umat beriman menghadapi berbagai macam situasi
dalam hidupnya. Didalamnya kita temukan ungkapan perasaan umat beriman dari
yang lembut sampai keperasaan emosional,
ada keluhan atau ratapan, puji-pujian, ketakutan, kepercayaan, kesedihan dan
kegembiraan.
Nama
Mazmur berasal dari bahasa Ibrani Mizmor, artinya nyanyian yang diirngi denga
alat music berdawai. Kita menyebut
mazmur karena bahasa Arab. Dalam bahsa
Arab, nyanyian ibadat yang serupa dengan mazmur disebaut
zabur. Kitab mzm dalam kitab Yahudi
disebut sefer tehillim( kitab puji-pujian).
Akar kata dari tehillim adalah kata Ibrani hll, yang artinya
memuji. Dari akar kata hll muncul
ungkapan ‘’haleluya’’(pujilah Tuhan).
Ungkapan ini kita temukan pada awal atau akhir sejumlah mzm (mzm 104:13,
106:1,48;113:1,9; 146-150). Dalam kitab
suci bahsa Ibrani nama mizmor tidak dipakai sebagai judul kitab, tetapi hanya
disebut disejumlah judul mzm. Dalam
bahsa inggries disebut ‘’the book of psalms’’.
Kata psalm berasal dari kata
Yunani psalmos yang artinya lagu puji-pujian.
Istilah psalmos berasal dari kata kerja psallo, artinya bernyanyi dengan
iringan alat music mendawai (semacam harpa, atau gitar). Dalam bahsa latin
disebut liber psalmorum. Dari telaah arti katanya, mazmur merupakan sebuah doa
dan dinyanyikan.
1.3.Penulis
mazmur
Tradisi Yahudi dan Kristiani
dimasalalu meyakini bahwa pengarang kita mazmur adalah Daud. Sebenarnya, hanya 73 mazmur yang menyebut
nama Daud pada judulnya. Selain itu, ada
13 mzm yang dikaitkan dengan peristiwa yang dialami Daud (Mzm 3, 7, 18, 34,
51-52, 56-57, 59-60, 63, 142). Adalah
masuk akal apabila Daud dianggap sebagai penulis mzm karena ia mempunyai bakat
mein music (2 Sam 1:9-27; 3:33-34) dan mempunyai minat pada liturgy ( 2 Sam
6:5, 15-16). Namun begitu, dapat
dibuktikan dengan mudah bahwa Daud tidak menulis seluruh mazmur. Selain Daud ada nama-nama tokoh lain yang disebut
diawal sejumlah mzm, yaitu: Asaf, Bani Korah, Heman dan Etan. Nama-nama yang
disebutkan disini adalah nama-nama yang berperan dalam liturgy bait Allah. Sejumlah mzm rupanya berasal dari kumpulan
nyanyian milik mereka. Ada sejumlah mzm
yang berasal dari zaman sesudah Daud, misalnya mzm 137. Oleh karena itu, jelas bahwa tidak semua mzm
merupakan karya Daud .
Tidak
mudah untuk menentukan kapan mzmmzm ini
ditulis. Para ahli kitab suci cenderung
membagi periode penyusunan mzm sebelum dan sesudah zaman pembuangan di
Babilonia. Yang jelas kitab mzm sudah
mulai ditulis sejak zaman Daud dan berakhir sesudah pembuangan. Sekitar tahun 300Sm semua mzm telah selesai
ditulis.
Sebuah
pemikiran sekptis dalam Asimov’s guide to the Bible,[1]
dengan benar mengatak an bahwa kita tidak tahu.
Dari 150 pasal dlam kitab mzm dalam Alkitab, 101 diantaranya mempunyai
judul tabahan pemberian dari penulisnya.
73 dari antaranya psl ini ditulis oleh Daud dan 2 psl ditulis oleh Salomo, 12 pasal ditulis oleh
anak laki-laki Korah, serta 12 pasal lainnya ditulis oleh Asaf. Namun, judul tersebut ditambahkan pada masa
yang kemudian, dan bisa saja salah.
Sementara Asimov mengatakan bahwa walaupun kita tidak dapat membuktikan
kepengarangna dari mazmur-mazmur tersebut, Yesusu berkat dai beberapa mzm yang
ditulis oleh Daud.
Mengenai penulis mazmur-mazmur
ini[2],
kalimat pembukaan menyebutkan Daud selaku penggubah 73 mzm, Asaf 12( seorang
lewi Yng berkarunia music dan nubuat, (1 Taw 15:16-19, dan 2 Taw 29:30), Bani
Korah 10(keluarga dengan karunia music), Salomo 2 dan masing-masing satu oleh
Heman, Etan, dan Musa. Kecuali Musa,
Daud, dan Salomo, semua penggubah lainnya adalah iman atau org Lewi denga karunia music dan tanggung
jawab dalam ibadah kudus pada masa
pemerintahan Daud. Lima puluh music
tidak diketahui penggubahnya. Acuan-acauan dalan Alkitab dalam sejarah
member kesan bahwa Daud (bd 1 Taw 15:16-22; Hizkia (ams 25:1; bd, 2
Taw29:25-30, dan Ezra (bd nehemia 11:22;
nehemia 12:27-36, 45-47) terlibat pada waktu yang berlainan dslsm
memilih mazmur-mazmur yang dipakai
bersama di Yerusalem. Penyusunan
kitab ini yang terakhir mungkin dilkukan pada masa Ezra san Nehemia
(450-400Sm).
2.
Struktur kitab mazmur
a. Garis
besar kiatb Mazmur
1. Kitab
1:mzm 1-41:14
2. Kitab
2:mzm 42-72:29
3. Mzm
73-89
Mzm 73:1-89:53
4. Mzm
90-106, 90:1-106:48
5. Mzm
107:1-150:6.
Pembagian
kitab Mazmur
Seperti kitab taurat pentateukh,
150m buah mzm didalam kitab zm dikelompokkan kedalam 5 kumupulan atau 5
jilid. Masing-masing jilid ditutup
dengan semacam doksologi, rumusan pujian pada Allah(mzm 41:13; 72:18-19; 89:52;
106:48; 150). Misalnya dalan mzm 41:13
disebutkan:”terpujilah, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selam-lamanya.
Amien”
Jilid pertama mulai dengan mzm 3
karena mzm 1 dan 2 merupakan pendahuluan dari kitab mazmur.
1.
Jilid
1 (mzm 3-4): keseluruhan dikaitkan dengan Daud.
Mayoritas dari pemazmur pada bagian
pertama ini adalah mazmur-mazmur individual.
2.
Jilid
2 (mzm 42-72): berisi mzm yang dihubungkan dengan bani korah yaitu kelompok
pemusik dan penyanyi liturgy (bd 2 Taw 20:19).
Mzm bani korah ini terdapat juga pada mazmur 84-85; 87-88.
3.
Jilid
3 ( mzm 73-89) bagian ini hanya berisi 17 mzm, sebagian besar berupa mazmur
keluhan atau ratapan. Sejumlah mzm
dikaitkan dengan seorang tokoh bernama asaf (lih mzm 73-83). Satu-satunya mzm
asaf di tempat kain adalah mzm 50. Asaf adlah nama seorang pemain music ibadat
dari suku lewi yang ditugaskan oleh Daud itu memimpin nyanyian ketika tabut
perjanjian dibawah masuk kedalam ruang
maha kudus(1 Taw 6:39; 15:17-19; 16:4-6) dan yang hadir pada saat peresmian
kenisah buatan salomo ( 2 Taw 5:12). Keluarga dan keturunan Asaf masih aktif
sebagai pemusik pada zaman kemudian.
4.
Jilid
4 (mzm 90-106): bagian ini terdiri dari atas 17 mzm, kita temukan 6 dari 7 yang
bertemakan yehwe meraja(93 dan 95-99).
Mzm103 dan 104 dihubngkan satu sama lain dangan rumusan pujian kepada
Tuhan (Yahwe) yang ditempatkan pada bagian awal dan akhir. Mzm 105-106 sama-sama memuji kuat kuasa Allah
atas sejarah Israel . keduanya dimulai
dengan ungkapan “bersyukurlah kepada Tuhan “ dan di akhiri dengan haleluya”.
5.
Jilid
5(mzm 107-150) bagian ini merupakan kumpulan yang terbanyak dari keliam jilid
kiatab mzm, karean didalamnya terdapat 44 buah mzm. Mzm –mzm Daud terdapat pda
bagian –bagian awal (108-110) dan yang akhir(138-145). Mzm 119 adalah khusus karna disusun menurut
abjad Ibrani. Bentuk mzm yang ditulis
dengan mamakai urutan abjad Ibrani ini tersebut “mzm akrostik”. Mzm 120-134 adalah koleksi mzm Ziarah. Mzm 140-143 adalah rangkaian ungkapan pujian
:”pujilah Allah/Dia” dan “haleluya”.
Tema-tema
penting dalam kitab Mazmur
1. Nyanyian
haleluya atau pujian_: Mazmur-mazmur ini membesarkan
nama, kemegahan, kebaikan, kebesaran, dan keselamatan Allah ( Mzm 8:1-9; psl
21:1-13; pasl 33:1-34:22; pasl
103:1-106:48; psl 111:1-113:9; -asl 115:1-117:2; psl 135:1-21; psl 145:1-150:6).
2.
Nyanyian ucapan syukur_: Mazmur-mazmur ini mengakui
pertolongan Allah dalam menyelamatkan dan membebaskan seseorang atau Israel
selaku bangsa (Mazmur 18:1-50; psl 30:1-12; psl 34:1-22; psl 41:1-13; psl
66:1-20; psl 92:1-51; psl 100:1-5; psl
106:1-48; psl 116:1-19; psl 118:1-29; psl 124:1-8; psl 126:1-6; psl 136:1-26;
psl 138:1-8).
3.
Mazmur doa dan permohonan_:
tercakup Mazmur-mazmur ratapan dan permohonana kepada Allah, kerinduan
akan Allah, dan syafaat bagi umat Allah (Mazmur 3:1-6:10; psl 13:1-6; psl
43;1-5; psl 54;1-7; psl 67:1-7; psl 69:1-70:5; psl 79:1-80:19; psl 85:1-86:17;
psl 88:1-52; psl 90:1-17; psl 102:1-28; psl 141:1-143;12).
4.
Mazmur pengakuan dosa_: berfokus pada pengakuan dosa
(Mazmur 32:1-11; psl 38:1-22; psl 51:1-19; psl 130:1-8).
5.
Nyanyian sejarah Kudus_:
mengisahkan kembali urusan Allah dengan Israel sebagai bangsa kepunyaan
Allah (Mazmur 78:1-72; psl 105:1-106:48; psl 108:1-13; psl 114:1-8; psl
126:1-6; psl 137:1-9).
6.
Mazmur pemahkotaan Tuhan_: Mazmur-mazmur ini dengan tegas
menyatakan bahwa “Tuhan adalah Raja” (Mazmur 24:1-10; psl 47:1-9; psl 93;1-5;
psl 96:1-99:90.
7.
Nyanyian Liturgis_:mazmur-mazmur ini dugubah untuk
perayaan atau kebaktian khusus (Mazmur 15:1-5; psl 24:1-10; psl 45:1-17; psl
68:1-35; psl 113:1-118:29; psl; keenam mazmur dipergunakan dalam perayaan
paskah setiap tahun.
8.
Mazmur kepercayaan dan
kepribadian_:
Mazmur-mazmur ini mengungkapkan:a. kepercayaan seseorang akan integritas Allah dan pertolongan kehadiran-Nya, dan b.
pengabdian hati kepada Allah (Mazmur 11:1-8; psl 16:1-11; psl 23:1-6; pasl
27:1-14; psl 31;1-32:11; psl 40:1-17; psl 46:1-11; psl 56:1-13; psl 62;1-63:11;
psl 91:1-16; psl 119:1-176; psl 130:1-131:3; psl 139:1-24).
9.
Nyanyian ziarah_: juga disebut “nyanyian-nyanyian
zion” atau nyanyian pendakian, yang dinyanyikan oleh para peziarah sepanjang
perjalanan mereka ke Yerusalem untuk perayaan paskah, pentakosta atau pondok
daun setiap tahun (Mazmur 43:1-5; psl 46:1-11; psl 48:1-14; psl 76:1-12; psl 84:1-12; pasl 87:1-7; psl
120:1-134:3).
10. Nyanyian
penciptaan_:
Mazmur-mazmur ini mengakui hasil perbuatan Allah disorga dan dibumi (Mazmur
8:1-9; psl 19:1-14; psl 29:1-11; psl 33:1-12; psl 65:1-13; psl 104:1-35).
11. Mazmur-mazmur
hikmat dan pendidikan_:
Mazmur-mazmur ini merenungkan cara-cara Allah dan mendidik kita mengenai
kebenaran (Mazmur 1:1-16; psl 34:1-22; psl 37:1-40; psl 73:1-40; psl 73:1-28;
psl 112:1-8; psl 119:1-176; psl 133:1-3).
12. Mazmur
kerajaan atau Mesias_: mazmur-mzmur ini melukiskan
beberapa pengalaman raja Daud dan raja Salomo yang mempunyai makna dan akhirya
digenapi dalam kedatangan Mesias, yaitu Yesus Kritus (mzm 2:1-12; psl 8:1-9;
psl 16:1-11; psl 22:1-31; psl 40:1-41:13; psl 45:1-17; psl 68:1-69:36; psl 72:1-20;
psl 89:1-52; psl 102:1-28; psl 110:1-7; psl 118:1-29).
13. Mazmur
bernada kurukan_:
mazmur-mazmur ini mangandung nada kutukan dan hukuman Allah atas orang fasik
(mazmur 7:1-17; psl 35:1-28; psl 55:1-23; psl 58:1-11; psl 59:1-17; psl
69:1-36; psl 109:1-31; psl 137:1-9; psl 139:1922). Karena banyak orang Kristen bingungoleh
mazmur-mazmur ini, perlu diperhatikan bahwa Mazmur ini digubah selaku ungkapan
semangat demi nama Allah, keadilan, dan kebenaran-Nya, dan darui kebencian kuat
terhadap kejahatan dan bukan karean perasaan dan dendam yang picik. Pada hakikatnya mazmur-mazmur ini berseru
kepada Allah agar menigikan orang benar dan merendahkan orang fasik.
Tujuan
kitab
Kitab mazmur sebagai doa dan
pujian yang diilhamkan Roh, ditulis secara umum, untuk mengungakapkan perasaan
mendalam hati sanubari manusia dalam hubungan dengan Allah.
1.
Banyak
yang ditulis sebagai doa kepada Allah, mengungkapkan, kepercayaan, aksih,
ucapan syukur, pujian, kerinduan akan persekutuan erat, dan kekecewaan,
kesesakan mendalam, ketakutan, kekhawatiran, penghinaan dan seruan untuk
pembebasan, kesembuhan atau pembenaran.
2.
Yang
lain ditulis sebagai nyanyian yang mengungkapkan pujian, ucapan syukur, dan
pemujaan kepada Allah dan hal-hal besar yang telah dilakukan-Nya.
3.
Beberapa
mazmur berisi beberapa bagian penting berhubungan dengan Mesias.
Ciri-ciri
khas dalam kitab ini
Sembilan cirri utama menandai kitab
ini.
Ø
Merupakan
kitab terpanjang dalam Alkitab dan berisi pasal yang terpanjang (mazmur
119:1-176, yang terpendek (mzm 117:1-2) dan ayat tengah mzm 118:8).
Ø
Sebagai
kitab nyanyian dan nyanyian Ibrani , kerohaniannya yang mendalam dan luas itu
menjadikan kitab ini bagian PL yang digemari dan dibaca oleh orang percaya.
Ø
“heleluya”
(puji-pujian), istilah ibrani yang diakui secara universal dikalangan orang
percaya, dipakai 38 kali dalam Alkitab, 24 diantaranya dalam kitab ini. Didalam mzm 150 pujan kepada Tuhan mencapai
puncaknya dan menyampaikan pujian yang utuh dan sempurna kepada Tuhan.
Ø
Tidak
ada kitab lain diAlkitab yang demikian terang-terangan mengungkapkan perasaan
dan kebutuhan manusia dalam hubungan dengan Allah dan kehidupan ini. Nyanyian pujian dan pengabdian mengalir dari
gunung-gunung tertinggi, dan seruan-seruan keputusan-Nya timbul dari
lembah-lembah terdalam.
Ø
Sekitar
separuh Mazmur mencakup doa iman ditengah kesengsaraan.
Ø
Inilah
kitab yang paing banyak dikutip oleh PB.
Ø
Berisi
banyak, “pasal kesayangan” seperti psl MAZMUR 1:1-6; psl 23:1-6; psl 24:1-10;
psl 34:1-22; 37:1-40; psl 84:1-12; psl 91:1-6; psl 103:1-22; psl 119:1-176; psl
121:1-8; psl 139:1-24; psl 150:1-6.
Ø
Mazmur
119(mzm 119:1-176)adalah unik dalam Alkitab ini. Karena memiliki ayat terpanjang, kasihnya
yang agung kepada firman Allah, dan
susunan sastranya mengawali setiap ayatnya dengan huruf yang sama, juga setiap
stanza memakai huruf berturut-turut dari abjad ibrani sebagai bantuan untuk
mengingat(yaitu suatu akrostik).
Ø
Cirri
sastra yang paling menonol adalah gaya syair yang disebut para lelisme,
mencakup irama pikiran da bukan irama sajak atau matra; cirri khas ini
menjadikan beritanya dapat diterjemahkan
kedalam bahasa lain tanpa terlalu banyak kesulitan.
Situasi
kitab mazmur dilihat dalam dua masa, yakni:
1). masa pembuangan-àagama-agama yang ada pada saat itu
didominasi oleh agama yang dianut oleh orang Mesir. Orang-orang Israel pada masa sulit beribadah karena didominasi agama Mesir yang
menyembah dewa-dewa di kui-kuil.
1). Masa pasca-pembuanganà
Allah memilih
Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Pada masa Israel dapat bebas beribadah kepada
TUHAN(YHWH). Tempat ibadah pada saat itu
belum permanen, hidup Israel masih belum menetap sehingga mereka hanya
beribadah di kemah suci, yang dapat kita lihat pada Kel 33:9. Situasi keagamaan pada masa ini dapat juga
pada masa hidup Daud dan selam Salomo menjadi raja. Kehidupan beragama pada masa Daud sudah
memiliki tempat ibadah, akan tetapi bukan tempat ibdah seutuhnya seperti pada
masa Salomo. Tempat ibadah pada masa
Daud disebut Synagoge yang sebenarnya digunakan untuk belajar agama dan taurat. Sejak Salomo jadi raja, pembangunan Bait
Allah telah dilakukan dan segala sesuatunya yang berhubungan dengan ibadah
dilakukan di bait suci yang telah di bangun di yerusalem, tempat tersebut sudah
menjadi pusat ibadah bagi segenap warga Israel.
Pada
masa Salomolah puncak kejayaan tersebut, yang berlangsung selama beberapa
tahun. Pengaruh perkembangan agam Israel
sungguh revolusioner. Pada zaman inilah
music dan alat-alatnya dipakai dengan penuh kemeriahan dan kemewahan, baik pada
persta perayaan agama maupun dalam ibadah.
Namun, walaupun agam Israel ada, sedikit-demi sedikit agama lainnya
telah menyusupi kehidupan Israel melalui kerja sama yang telah dilakukan raja
Salomo. Bahkan agama yang sudah sempat
hilang di tanah kanan, kembali berkembang dengan mempelajari situasi
pemerintahan raja Salomo.
2). Situasi kebudayaan à kehidupan
beragama pada masa pra keluaran, masa keluaran dan masa pasca keluaran telah
membudaya dalam kehidupan orang-rang Israel.
Seperti halnya dengan beribadah,
orang-orang Israel dan kapasitas besar
selalu beribdah ditempat yang sudah ditentukan. Dan masa Salomo kebiasaan beribadah dilakukan di Bait Suci yerusalem, sangat sulit memisahkan agama dan
kebudayaan yang sebenarnya dalam
kehidupan orang-orang Israel. Sedangkan
dalam perayaan-perayaan keagamaan bukan lagi sekedar ibadah tetapi sudah
menjadi tradisi bagi bangsa tersebut.
Situasi
pemerintahan. Situasi pemrintahan pada
masa kitab Maznur dapat dilihat dalam dua masa, yaitu:
1. Masa
pembuanganàbentuk teokrasi merupakan bentuk
pemerintahan bangsa Israel sejak itu dipilih dan Tuhan sendirilah yang
merupakan pemimpin bangsa tersebut.
Sekalipun demikian, kehidupan orang-orang Israel masih dibawah naungan
pemerintahan Mesir. Sehingga sulit bagi
orang-orang Israel untuk mengenal siapa pemimpin mereka yang sebenarnya.
2. Masa
pasca-pembuanganàpada masa ini pemerintahan
teokrasi masih berlaku, namun berbeda dengan masa pembuangan. Allah memilih Musa bukanlah untuk menjadi
pemimpin yang menggantikan Allah seutuhnya namun menadikan Musa sebagai
perwakilan Allah untuk membawa orang0orang keluar dari tanah Mesir. Di waktu yang berbeda, pada masa ini juga
memberitahukan bahwa orang-orang Israel ternyata sangat membutuhkan seorang
raja, setelah lama menetap dikanaan. Hal
itupun dikabulkan Allah, dengan mengutus nabi Samuel untuk memilih dan
menobatkan Saul menjadi raja Israel.
Periode kepemimpinan raja Saul ternyata justru membuat orang-orang
Israel benci kepadanya karena selalu mengutamakan pribadinya sendiri daripada bangsa tersebut. Bahkan tak mua meninggalkan tahtanya ketika
Daud bersamanya. Namun, keinginan Tuhan
tidak bias dilawan. Allah kembali
mengutus nabi Samuel agar menobatkan Daud menjadi raja atas Israel.
3.
Situasi perekonomianàkehidupan orang-orang ketika
Israel masih dbawah kekuasaan kerajaan Mesir sangat memprihatinkan sekali. Hidup orang-orang Israel sangat
tertindas. Status mereka berbeda dengan
orang-orang mesir. Orang-orang Israel
bukanlah rakyat biasa seperti orang-orang mesir. Situasi ekonomi Israel jauh lebih buruk dari
ekonomi mesir. Mereka hanya memanfaatkan
sisa-sisa orang-orang mesir untuk memnuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah Israel keluar dari mesir yang
dipimpin oleh Musa barulah mereka bias mencukupi kebutuhan sehari-hari walau
masih berpindah-pindah. Namun Allah
masih campur tangan dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
Pada masa Daud menjadi raja,
pertumbuhan ekonomi bangsa Israel mulai bertumbuh dengan baik. Namun kehidupan bangsa tersebut masih dalam
taraf transisi, seperti dengan adanya
beberapa pembangunan didaerrajh tersebut[3]. Perekonomian bangsa Israel berkembang
dengan pesat barulah pada masa Salomo menjadi raja. Berbagai pertumbuhan diberbagai darerah yang
ada ditanah yang ditempati bangsa tersebut.
Bahkan dalam mencari kebutuhan sehari-hari tidak lagi hanya mengolah
pertanian. Kehidupan perekonomianpun
sudah bersifat heterogen.
BAB III
ANALISA
MENDALAM
A.
Tafsir perayat
Mazmur
27:1-14--à Perbedaan yang menonjol antara
ayat 1-6 dengan ayat 7-14, membuat sebagian besar penafsir menyebut mazmur ini
sebagai sebuah gabungan. Isi maupun
semangat ini sangat berbeda. Suasana
berubah dari keyakinan penuh sukacita dan menjadi rasa takut penuh kecemasan. Tetapi, dua unsure itu menyatukan
bagian-bagian yang tidak sama ini__musuh-musuh yang sama percaya kepada
Allah.
Ayat
1:mengapa dalam
kitab mazmur mengatakan kata Tuhan dalam
Huruf Besar? Jawab: adalah bahwa kata Tuhan dlam huruf
besar ialah merujuk pada Allah Perjanjian Lama, dimana Tuhan menyatakan diri AKU
ADALAH AKU (Kel 3:14), dan wahyu 1:2, 8) disini Allah menyatakan diri pada
Musa, sebagai wakil Allah yang diutus oleh Allah sendiri.
Ø
Kata
terangku yang dimaksud ini ialah symbol
yang sangat kuat untuk kebaikan dan kebenaran (Kej 1:3; wahyu 22:5), juga kata
terang disini dipakai untuk menandakan kehadiran dan kasih Allah, karena terang adalah suatu keadaan yang
menguasai gelap sebab kegelapan tidak mampu menguasai terang. Seperti yang dikemukakan dalam injil yohanes
menggambarkan Kristus sebagai terang dunia (Yoh 8:12)Ia adalah anak Allah yang
tunggal. Serta terang (1 Yoh 1:5)
penerapan bahwa Allah adalah terang yang mempunyai kuasa yang melbihi kuasa di
bumi.
Ø Disini pemazmur menggambarkan Tuhan
adalah dasar dari segala sesuatu. Mengapa
pemazmur berkata Tuhan adalah terangku dan keselamtanku, sebab Tuhan yang
menuntunku kejalan yang benar, dirusalem Tuhan dipuji sebagai Israel (yesaya 10;13,
dan 60:10), sebagai terang Ia menyelamatkan kota( mikha 7:7-8), serta
umant-Nya(42:14), dan raja pilihan-Nya(2 Sam 22:29) didalam berkat iman itu
setiap orang percaya dikaruniai penyertaan dalam langka hidupnya(Bil 6:25),
sehingga setiap orang percaya atau anggota umat Allah dalam terang kasih Allah.
Jadi muncul pertanyaan bagi kita-
apakah kita sekarang sabagaiorang percaya kita sudah hidup dalam terang kasih
Allah?. Jawab=yang jelas kita tahu bahwa
kita telah dipilih oleh Tuhan didalam Yesus
Kristus, itu semua oleh kasih Tuhan
yang tidak pernah lepas dari kontrolan tangan Tuhan (Efe 1:4)bdk(Mzm
36:10; pal 43:3). Sebsb terang adalah hidup kita sebagai orang
percaya yaitu Yesus Kristus (Mazmur 31:5 dan 43:2). Dan Tuhan menjamin hidupku, oleh karena itu
pemazmur tidak takut(Mzm 23:4) bdk (Roma 8:31).
Dalam tafsiran Alkitab Wycliffe ayat 1-3-percaya
tanpa syarat. Tuhan adalah terangku dan keselamatanku. Ungkapan-ungkapan kegembiraan ini
memperkenalkan suasana tentram. Dalam
bagian lain manapun dalam Perjanjian Lama tidak pernah Tuhan disebut sebagai terangku.
Karena pemazmur manyatakan Allah sebagai terang, keselamatan, dan
kekuatan, maka tidak ada alas an
untuk merasa takut atau panik. Kektentramannya tidak dengan syarat-syarat
lahiriah, tetapi tanpa syarat.[4]
Ø Kata penjahat-penjahat adalah
oknum yang memusuhi pemazmur, mereka menyerang dia seakan-akan binatang buas
yang mau memakan dagingnya. Dalam arti
lain yaitu mengahabiskan kekuatan pemazmur serta rakyatnya (Aub 19:22)
Ø Kata mengepung aku. Kata mengepung manurut tatanan KBBI mengepung
kata dasarnya kepung- kitari hingga tidak lolos-jadi mengeung artinya
mengelilingi semua sehingga yang dikelilingi atau yang ada didalamnya tidak
akan dapat meloloskan diri[5].
Ø Kata mengepung artinya
mengelilingi segala sisi/dari segala arah tentara yang menyerbu sebuah kota
dengan perang.
Ayat 4--6àdalam ayat ini menjelaskan
keinginan terbesar pemazmur dalam hidup.
Satu hal telah kuminta kepada
Tuhan. Seperti banyak para penafsir
berpendapat hal yang diminta itu tidak mungkin samam dengan Bait Alla. Karena hal ini mengacu pada dasar dari
keinginan pemazmur. Salah satu keinginan
ialah kehadiran Tuhan yang dicari dan diingini oleh pemazmur. Kehadiran Tuhan itu terjadi dengan cara diam didalam rumah
Allah, melihat keindahan-Nya, dan menyelidiki Bait-Nya, karena kehadiran yang
sama ini menimbulkan rasa aman ketika menghadapi kesusahan.
Yang dimaksud dengan kata
kuminta kepada Tuhan ialah bahwa satiap lawanku melawan aku dan akupun tidak
takut (Yes41:10), sebab engkau terangku, keselamtanku, dan benteng hidupku (Mzm
91:4-6), dan tidak akan goyah (Ibrani 13:6) bdk (Ibrani 10:23) itulah hal yang
diinginkan oleh pemazmur ialah diam didalam rumah Tuhan seumur hidupku. Jadi muncul pertanyaan bagi kita apa yang
dimaksud dengan rumah Tuhan?. Jawab rumah
Tuhan artinya Bait Allah yaitu kemah suci yaitu tempat ibadat sesuai dengan
konteks Perjanjian Lama. Bila dilihat
pada masa PL, dimana pemazmur berkeinginan untuk diam didalam Rumah Tuhan,
serta arti lain dalam Rumag ibadat dimasa PL ialah Synagoge. Synagogue/rumah ibadat berasal dari bahsa
yunani sunagoge berkali-kali dipakai dalam lima kitab Musa (LXX) sebagai tempat
memberikan persembahan kepada Tuhan berupa korban bakaran dan temapat
berkumpulnya bangsa Israel untuk beribadah kepada Tuhan. Dalam Alkitab synagogue ialah kumpulan
sekelompok orang dari suatu tempat untuk beribdah atau gerakan bersama (Luk
12:11), majelis-majelis (Luk 21:12).
Pernyataan
ini menjelaskan sikap pemazmur berkeinginan diam didalam rumah Tuhan seumur
hidupnya yang telah ia nikmati. Didalam
mazmur 23 psl ini tidak mengizinkan kita untuk menyamakan pemazmur dengan
seorang Lewi yang melayani ibadat di Bait Suci, serta menyaksikan kemurahan
Allah karena yang dilihatnya bukanlah penyataan diri Allah dalam kemuliaan-Nya(
Yes psl 6) melainkan suatu tanda yang elok dimatanya yang menyegarkan hatinya
sebsb ia percaya akan kebesaran Tuhan dalam penyertaan-Nya.
Ayat 7—12àseruan karena takut oleh pemazmur. Pemazmur berseru dan meminta jawaban: dengan
penuh keyakinan ia memperhadapkan dirinya kepada Tuhan dan menyerahkan semua
beban yang ada pada diri pemazmur kepada Allah tanpa bantuan sesama manusia.
Ayat 13---14à dalam ayat ini Tuhan tidak pernah gagal dalam
rencana-Nya. Dihadapan seteru yang
memperlihatkan setiap langkah pemazmur dan agar Tuhan menuntut dia dijalannya
yang benar yang diratakan-Nya(mzm 5:9)agar hamba-Nya dapat melakukan
kehendak-Nya(mzm 143:10)serta memuji dan memuliakan Tuhan(mzm 26:12). Karena pemazmur percaya teguh (Yes 7:9) dan
mengaku bahwa aku dijalan yang benar berada dalam jalan Tuhan dinegeri
orang-orang hidup aku percaya.
ini
merupakan seruan ketakutan yang mencemaskan.
Dengarlah, Tuhan. Karena kata tersebut
memperkenalkan situasi dan kejadian baru.
Walaupun pemazmur telah ditinggalkan dan ditolak, namun kepercayaanya
tidak surut , dari kepurus asaan yang dalam, dia mengingatkan dirinya untuk
bersabar menanti Allah mengerjakan kehendak-Nya.
DAFTAR
PUSTAKA
Andrew E Hill, John H, Walton,
Survey Perjanjian Lama, Malang : Gandum Mas. 2001.
Archer, Gleason L. Tafsiran
Alkitab Masa Kini Ii, Asan Komunikasi Bina Kasih, 2007…
Baxter, J.Sidlow, Menggali Isi
Alkitab Ii, Jakarta, Aasan Komunikasi Bina Kasih/Omf, 2004..
Browning, W.R.F, Kamus Alkitab, (Jakarta Gunung Mulia), 2007…
Deursen, A. Van, 2000, Purbakala Alkitab Dalam Kata Dan
Gambar, Jakarta, Pt Bpk Gunung Mulia…
Hinson, David F, Sejarah Israel Pada
Zaman Alkitab, Jakarta :BPK Gunung Mulia. 2004
Packer, J.I Dan Merill . Teney,
Ensiklopedi Fakta Alkitab, (Malang Gandum Mas, 2001)..
Soedarmo R, Kamus Istilah Teologi, BPK Gunung Mulia,
2007…
[1] Asimov’s Guide to the Bible
hlm.488, dikutip dari: pertanyaan mengenai Alkitab pada kitab Maznur dari :
http://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=19&chapter=137=undefine.
[2] Bible Full
Life:Mazmur(pendshuluan kitab)
[3] Vriezen, Th.C., 2001, Agama Israel Kuno,
BPK Gunung Mulia, HLM. 189.
[4]
The Wycliffe Bable Commentary (Tafsiran Alkitab) Ayub-Maleakhi. Gandum Mas 2005. Volume 2.
Cet Ke-I. Hlm-147.
[5]
KKBI Edisi Keempat. PT Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta 2008. Hlm 673.